Menyerang Erick Tohir Sama dengan Menyerang Jokowi

Penulis : Ganda Sirait, SH, MH

Jakarta, kabarmetro.id – Jabatan Menteri BUMN yang di jabat Erick Tohir setelah diangkat oleh Presiden RI Joko Widodo dengan harapan dapat membersihkan BUMN dari ” Perasan” orang orang yang merasa pernah berjasa sebagai Tim pemenangkan Jokowi pada periode Pertama Tahun 2014- 2019 lalu.

Perlu sama sama kita ketahui, ketika pertama menjabat sebagai presiden periode pertama, Menteri BUMN adalah Rini Sumarno, yang merupakan adik kandung dari pimpinan Petral Oil Ari Sumarno dari Informasi  yang di dapat Negaral lewat Pertamina mengalami kerugian sebesar 250 Milyar per hari.

Jabatan Rini Sumarno merupakan titipan partai besar yang mau tidak mau atau dengan kata lain terpaksa dipasang terus menjadi Menteri BUMN yang tidak bisa tergantikan ( Resufle menteri ).

BACA JUGA:  Kurangnya Perhatian Pemerintah Setempat, Kemiskinan Jadi Tanggungjawab Siapa ?

Dari menteri BUMN inilah seorang kader partai besar menitipkan anak buahnya sekitar 30 orang menjadi Komisaris ataupun Direksi di beberapa BUMN.

 

Meskipun mereka semua tidak mampu dalam bidangnya dalam kata lain saling memanfaatkan situasi dalam oligarki Suatu Parpol besar.

Setelah periode kedua keterpilihan Jokowi untuk Tahun 2019 – 2024, dan memang kata Jokowi ; ” Saya tidak mempunyai beban lagi dalam periode ini “.. Yang artinya beliau tidak bisa ditekan lagi oleh Ketua Umum Parpol apapun untuk mendudukkan para pembantunya yang dianggap layak dan Capable dibidangnya.

Sehingga Jokowi berani dan yakin mendudukkan Pak Erick Tohir sebagai Menteri BUMN menggantikan Ibu Rini Sumarno, dan karena keberaniannya sebagai menteri BUMN pak Erick Tohir mengangkat Basuki Cahaya Purnama sebagai Komisaris PT.PERTAMINA, sehingga mampu “melibas” para mafia impor minyak, dan mafia yg penolak pembangunan kilang pengolahan minyak , yang bisa menghentikan import minyak.

BACA JUGA:  Lampung Kembangkan Agro Park Tanaman Langka Hadiah Kehormatan PT. Petrokimia Gresik

Dan sepak terjang pak Erick Tohir sanggup membubarkan anak- cucu perusahaan BUMN dimana para komisaris dan direksinya menikmati gaji buta yang dibiayai oleh APBN ( Pajak Rakyat ).

Sepak terjang pak Erick Tohir inilah yang memicu seorang anggota DPR RI blingsatan atau kebakaran jenggot mana kala banyak anak buahnya semua dipecat dan digantikan oleh orang yang ” The Right man on the right Place”…Orang yang sanggup dan mampu sebagai komisaris dan direksi di BUMN, bukan.orang titipan yang cuma makan ” gaji buta”.

BACA JUGA:  Dede Farhan Aulawi Jelaskan Pentingnya Pengawas Pengendalian Mutu Suatu Proyek

Sehingga secara logika orang awam adalah : kenapa ini anggota partai pengusung Jokowi bisa menyerang Jokowi, dengan cara menghantam anak buahnya yang dipercaya Jokowi, yaitu Erick Tohir.

Kinerja Presiden Jokowi tidaklah sembarangan memerintahkan apa yang terbaik untuk rakyat dan negara ini, Jokowi mempunyai menteri keuangan ibu Sri Mulyani yang sudah diakui dunia Internasional, segala bentuk investasi, penyertaan modal untuk BUMN sudah dikalkulasi dengan matang dan terencana.

Begitu juga dengan bantuan liquidasi terhadap PT. GARUDA I.A., tidak bisa hanya dilihat luarnya saja oleh anggota DPR ini, yang kerjanya cari panggung dan popularitas untuk periode berimut [] Red.

5,398 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *