29.6 C
Jakarta
Sabtu, April 10, 2021

Dua Oknum Polri di Vonis Hukuman Mati

- Advertisement -
- Advertisement -

Depok, kabarmetro.id – Dua oknum Polri di vonis hukuman mati atas kasus penyalahgunaan narkotika, hal tersebut di sampaikan Hakim Iqbal Hutabarat dengan anggota Forci Nilpa dan Nugraha Medica Prakasa pada sidang teleconference di Ruang Sidang Utama PN Depok, Kamis (14/4/2020).

Kedua anggota Polri tersebut, yakni Hartono dan Faisal, dinyatakan Majelis Hakim terbukti bersalah tanpa hak dan melawan hukum menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya di atas 5 gram.

“Menyatakan para terdakwa telah terbukti bersalah tanpa hak dan melawan hukum melanggar ketentuan Pasal 114 Ayat (2) junto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menjatuhkan putusan kepada para terdakwa oleh karena itu berupa pidana mati,” ujar hakim.

Masih dalam amar putusan, hakim juga menegaskan bahwa para terdakwa merupakan Anggota Polri yang menjadi terdakwa dalam sindikat peredaran Narkotika Golongan I bukan tanaman yang total brutto keseluruhan beratnya sebanyak 37.909 gram atau seberat 37,9 kilogram.

“Untuk nota pembelaan/pledoi yang dibacakan penasehat hukum para terdakwa serta permohonan dari masing-masing terdakwa oleh karena itu ditolak majelis hakim,” kata Hakim Ketua M Iqbal.

Para terdakwa dijerat Jaksa Penuntut Umum dengan Dakwaan Alternatif, yakni Kesatu, Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Kedua, Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara, hak komunikasi para terdakwa dalam amar putusan Majelis Hakim dinyatakan dicabut selama para terdakwa dalam masa penahanan di dalam rumah tahanan negara supaya tidak terkontaminasi dengan pihak luar.

Sebab, para terdakwa merupakan anggota kepolisian yang memiliki keterampilan khusus dalam pekerjaannya. Dan, para terdakwa merupakan sindikat peredaran narkotika.

“Menyatakan pidana tambahan kepada masing-masing terdakwa dengan mencabut hak komunikasi kepada para terdakwa kepada siapa pun. Memberikan waktu pikir-pikir selama 7 hari kepada Jaksa Penuntut Umum maupun kepada para terdakwa beserta penasehat hukumnya. Menerima atau menyatakan banding terhadap putusan ini,” tutur Hakim KEtua sambil mengetuk palu menandakan sidang ditutup.[] Red.

- Advertisement -

Latest news

Terduga Teroris FA, Polri Tegaskan Bukan Pengurus Muhammadiyah

Kabarmetro.id, JAKARTA – Mabes Polri menegaskan, FA terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Bandara Soekarno Hatta bukan pengurus PP...
- Advertisement -

Menhub Sebut KA Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Pembangunan Indonesia

Kabarmetro.id, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meng,atakan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang menggunakan teknologi tinggi menjadi suatu lompatan yang baik bagi...

KPK Ibu Kota Dibentuk Anies, Ini Alasannya

Kabarmetro.ud, JAKARTA - Anggota Komite Pencegahan Korupsi (KPK) Ibu Kota DKI Jakarta, Tatak Ujiyati, menjelaskan alasan Gubernur Anies Baswedan membentuk KPK Ibu Kota, meskipun...

Kevin De Bruyne Perpanjang Kontrak Hingga 2025 dengan Manchester City

Kabarmetro.id - Kevin De Bruyne memperpanjang kontrak di klub Manchester City selama dua tahun, hingga 2025. Pemain Belgia berusia 29 tahun itu telah membantu City...

Related news

Terduga Teroris FA, Polri Tegaskan Bukan Pengurus Muhammadiyah

Kabarmetro.id, JAKARTA – Mabes Polri menegaskan, FA terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Bandara Soekarno Hatta bukan pengurus PP...

Menyoal Tanah Munjul, KPK Dalami Kasus Eks Dirut Sarana Jaya

Kabarmetro.id, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kesepakatan khusus antara mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles...

Penangkapan Narkoba Polres Melawi

Kabarmetro.id, MELAWI -Polres Melawi ZA als LABUK (30) Desa Sidomulyo Kecamatan Nanga Pinoh Melawi yang bekerja sebagai tukang parkir ditangkap personel Satuan Narkoba Polres...

Komisaris LSM ACCN Sumut Minta Bupati Toba Tindak Tegas Oknum ASN Selingkuh

Kabarmetro.id, TOBA -Komisaris B. Halomoan.S, Lembaga Swadaya Masyarakat Anti Corruption Community National (LSM ACCN) Sumatera Utara melalui media Kabarmetro.id minta kepada Bupati Toba agar...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan