Ego Petinggi Limapuluh Kota Mencair

Limapuluh Kota, kabarmetro.id – Miss komunikasi atau kesalah pahaman antara Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dan Wakil Bup, Ferizal Ridwan dan Ketua DPRD, Deni Asra, berselang tiga hari lalu, agaknya mencair.

Pasalnya, terekam dari diumumkan Jumlah positif corona di Limapuluh Kota naik jadi 8 kasus, per Kamis (14/05/2020). membuat ego tiga penguasa Luak Bungsu tersebut terlihat mencair.

Seperti dikutip inikata.id, “Wabup Limapuluh Kota Ferizal Ridwan mengaku, sudah melapor ke Ketua Gugus Tugas Limapuluh Kota Irfendi Arbi.

BACA JUGA:  Kabar Metro Peduli Warga Berdampak Pandemi Covid-19

Sementara, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra bersama jajaran telah agendakan pemanggilan terhadap bupati selaku Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid 19, guna dimintakan tanggapan serta solusi bersama jalan keluar bebaskan masyarakat dari kepanikan serta rasa takut merebaknya wabah virus corona disease 2019 di seantero jagad ini.

“Saran kami, harusnya Ketua Gugus segera rapat dengan seluruh Forkompimda dan membuat rencana aksi dan mitigasi, Kita harus segera lakukan tracking dan tracking,” sebut Ferizal.

Juru bicara Satgas Covid 19 Sumatera Barat, Jasman Rizal, dalam siaran persnya sebutkan, ” Di Sumbar, positif corona menjadi 371 orang. “Ada dua tambahan kasus di Limapuluh Kota,”

BACA JUGA:  Koalisi Pers Untuk Demokrasi Gelar Unjuk Rasa Terkait Pembatasan Liputan Wartawan di KPUD Indramayu

Kedua tambahan kasus hari ini di Limapuluh Kota, merupakan hasil swab dari bahan yang dikirim sebelumnya.

Sementara, Dr. dr. Andani Eka Putra, MSC, Kepala Labor Biomedika RS Unand,  semakin banyak didapat hasil positif oleh Swab, artinya semakin berhasil melakukan antisipasi.

“Intinya adalah, perbanyak swab, agar memudahkan dalam penanganan covid-19,” sebut dr Andani, seperti yang disampaikan Jasman Rizal.

BACA JUGA:  Sebagai Kapolsek Baru, Kompol T.F. Hutagaol Silahturahmi Dengan Ketua Ormas dan Ketua Serikat Pekerja PUK se Kecamatan Cengkareng

Disebut Andani, hasil ini memberikan dua indikasi. Yakni pemutusan rantai telah berjalan sesuai alur, yg ditandai dengan banyaknya ODP dan OTG positif.

Kemudian, penyebaran virus cukup cepat di populasi. “Dimana-mana untuk tracking dilakukan kepada orang yang pernah kontak dengan pasien, minimal seminggu sebelumnya,” jelas dia.

Jika ada 1 orang positif, diharapkan minimal 100 orang di swab. “Harus segera dilakukan swab sebanyak-banyaknya,” simpul Dr.Andani. [] SN

 10,958 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *