24.8 C
Jakarta
Sabtu, Februari 27, 2021

Perang Bea Import Produk AS vs China

- Advertisement -
- Advertisement -

Jakarta, kabarmetro.id – Perang dagang dan anti-China meningkat di dalam pemerintahan Amerika Serikat (AS), dan Beijing seharusnya cepat tanggap dan tidak meremehkan hal itu, menurut seorang mantan wakil urusan luar negeri Departemen Keuangan AS, Kamis (6/6/2019).

“Saya cemas bahwa otoritas China tampak meremehkan bagaimana meluasnya sentimen anti-China di Washington, dan ini sudah menyebar ke seluruh spektrum politik,” kata Tim Adams yang sekarang menjabat presiden dan CEO Institute of International Finance (IIF), sebuah asosiasi perdagangan, dilansir dari CNBC International.

Meski pemerintahan Amerika Serikat saat ini yang bertanggung jawab atas terjadinya perang dagang dengan china ia mengatakan hampir semua dari 24 calon presiden dari Partai Demokrat memiliki semacam sentimen anti-China, baik itu terkait perdagangan atau hal lain yang lebih luas.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat ini sudah mendapat dukungan  dari Partai Republik.”Washington telah berubah menjadi anti-China,” kata Adams kepada CNBC di pertemuan IIF di Tokyo, Jepang.

Di saat yang sama, ia juga khawatir Washington tidak memahami retorika yang dilontarkan Beijing.”Saya cemas ada orang-orang di Washington yang merasa memahami pola pikir China dan bahwa mereka akan dapat memaksa Presiden Xi Jinping mematuhi keinginan Washington dan mungkin tidak menghargai retorika yang disampaikan China,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan ketika perseteruan dagang antara kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Trump pada awal Mei mengumumkan bahwa bea impor terhadap produk China senilai US$200 miliar akan naik dari 10% menjadi 25%.   AS juga sedang mempertibangkan untuk menerapkan bea masuk produk produk china lainnya senilai US $ 300 miliar.

Pemerintah China juga merespons langkah kebijakan AS  itu dengan menaikkan bea impornya terhadap barang-barang AS senilai US$60 miliar.

Awak Media China juga memperingatkan bahwa Beijing bisa menghentikan ekspor mineral rare earth ke AS bila perang dagang makin panas.

Adams memperingatkan bahwa kedua negara bisa saja melakukan kesalahan perhitungan ketika ketegangan meningkat sehingga menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi. [] Red

- Advertisement -

Latest news

Lantik Delapan Pejabat Eselon II, Wali Kota Habib Hadi Nantikan Terobosan dan Inovasi

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Di tengah rintik hujan yang membasahi Kota Probolinggo, Jumat malam (26/2), Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin melantik delapan pejabat yang...
- Advertisement -

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi Lantik Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan

Kabarmetro.id, MEDAN - Salah Satu kepala daerah yang dilantik yakni Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan Prosesi pelantikan kepala daerah periode 2021-2026 dilakukan secara langsung di...

Ikon Jembatan Nanga Pinoh Sasaran Warga, Tim Satgas Bubarkan Kerumunan

Kabarmetro.id, MELAWI - Tim Yustisi Kabupaten Melawi dan Satgas Aman Nusa II Polres Melawi melakukan imbauan agar masyarakat tidak melakukan kerumunan dibawah jembatan Nanga...

Diskominfo Purwakarta Raih Penghargaan Urusan Persandian se Jawa Barat

Kabarmetro.id, PURWAKARTA - Era keterbukaan dan globalisasi berdampak pada keterbukaan informasi, dimana untuk memperoleh informasi sangatlah mudah, bahkan dijamin oleh Undang-Undang. Masyarakat memiliki kebebasan...

Related news

Santai Bersama Hawa Dingin di Prancis

Kabarmetro.id, PARIS - Kota Nice adalah sebuah kota di Prancis Selatan yang terletak di tepian Laut Tengah, antara Marseille dan Genoa. Kota ini merupakan...

Israel Buka Kedutaan di Uni Emirat Arab

Kabarmetro.id, ISRAEL - Setelah empat bulan Israel mengumumkan pembukaan kedutaan di Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (24/1), setelah adanya penandatanganan sebuah perjanjian untuk...

Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol, Berikut Penyerangan yang Pernah Terjadi

Kabarmetro.id - Massa pendukung Presiden Donald Trump menyerbu serta melakukan perusakan Gedung Capitol Hill, Rabu petang (6/1/2021) waktu setempat. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk...

Presiden Terpilih Joe Biden Program 100 Hari Targetkan 100 Juta Vaksin Covid-19

Kabarmetro.id, AMERIKA SERIKAT - Pada pemilu presiden lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menetapkan target 100 juta vaksinasi Covid-19 dalam 100 hari...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan