Nicho Silalahi : Surat Terbuka Untuk Bapak Joko Widodo Selaku Presiden RI

Jakarta, kabarmetro.id – Pemberitaan yang di muat media online TEMPO.CO mengundang reaksi keras, di antaranya Nicho Silalahi  selaku  Sekjend Serikat Pekerja Migran Indonesia yang disiarkan melalui press release di group media sosial.

Dalam surat terbuka Nicho menyampaikan :

Salam Keadilan dan Kesetaraan, Semoga bapak selalu diberikan kesehatan dan kebijaksaan serta kecerdasan untuk berlaku adil terhadap seluruh rakyat Indonesia hingga tidak anti terhadap kritik. Pada kesempatatan ini perkenalkan nama saya Nicholas Frans Giskos (Nicho Silalahi) Selaku Sekjend Serikat Pekerja Migran Indonesia (SPMI) yang sebelum Kongres Ke VI di Jakarta masih bernama Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).

Menangggapi pemberitaan media massa tentang Kepulangan 16 ribu Pekerja Migran Indonesia serta “kekhawatiran bapak akan munculnya (Covid 19) Gelombang ke Dua sehingga memerintahkan jajaran bapak untuk memonitor secara ketat demi mencegah penyebarannya dari klaster Pekerja Migran”, maka saya mengapresiasi dan memuji langkah – langkah yang bapak ambil itu, namun disisi lain saya sekaligus kecewa kepada bapak, dimana tidak sedikitpun bapak menyinggung tentang Tenaga Kerja Asing yang masuk kenegri ini. Padahal sampai saat ini Tenaga Kerja Asing (TKA) Khususnya dari China Masih terus bebas masuk kenegri yang kita cintai bersama ini.

BACA JUGA:  Pikirkan “NASIB” Pekerja Harian yang Terkatung-katung

Asal bapak tahu bahwa maraknya rakyat yang menjadi Pekerja Migran itu diakibatkan oleh kemiskinan dan sulitnya mereka mendapatkan pekerjaan di dinegri ini, belum lagi banyak diantara Pekerja Migran ini tidak memiliki keahlian dan pendidikan memadai untuk bisa melamar pekerjaan jika ada lowongan, serta diantara mereka juga banyak hanya bermodal keberanian saja pergi merantau / hijrah ataupun mengadu nasib di negara asing, baik itu menggunakan jalur resmi yang diberi ijin negara maupun menjadi korban perdagangan manusia.

Yang menjadi pertanyaan saya kenapa rakyat sendiri yang mau pulang ke tanah air malah bapak curigai sebagai pembawa virus baru sedangkan Wisatawan Asing dan TKA tidak sedikitpun bapak curigai, dan masih segar dalam ingatan saya bahwa awal – awal virus ini belum pandemik serta masih berada di Wuhan China bapak terkesan jumawa dan malah memberikan diskon besar – besaran untuk mengundang wisatawan bahkan berencana mengalokasikan uang negara Puluhan Milyar untuk membayar Influencer agar promo pariwisata bapak berjalan sukses, dan lebih miris lagi jajaran kabinet yang bapak pimpin terkesan mengolok – olok dengan melakukan goyang ala Tik Tok, serta mengatakan makan nasi kucing dll.

BACA JUGA:  Muhammadiyah Dari Awal Desak DPR Tunda Pembahasan RUU Omnibus Law

Seharusnya Bapak Presiden menyambut para Pekerja Migran Indonesia dengan karpet merah dan memberikan penghargaan yang tinggi bagi mereka sebagai Pahlawan Devisa, karena mereka telah secara sukarela mengorbankan diri dan meninggalkan tanah air untuk menghasilkan lembaran mata uang asing agar dikirim ke negara kita, sehingga atas bantuan para sukarelawan inilah perekonomian bangsa kita bisa bertahan bukan malah mencurigainnya sebagai pembawa Virus baru.

Bayangkan saja bapak, bila jutaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang berada diluar negri itu tidak sudi meninggalkan tanah air untuk mengadu nasibnya, maka sudah bisa dipastikan lonjakan angka pengangguran akan meningkat tajam dan bukan tidak mungkin para pengangguran itu akan membuat huru – hara di daerah asalnya serta sekaligus hilangnya sumber devisa terbesar setelah sektor pertambangan dan energi.

BACA JUGA:  Selamat HUT Bhayangkara Ke 74

Bagi saya, selaku kepala negara bapak tidak etis mencurigai para pekerja migran ini sebagai ancaman pembawa virus baru, jikapun bapak ingin memonitor mereka cukup itu dalam internal jajaran bapak saja dan tidak menjadi konsumsi publik, sungguh sangat sakit rasanya ketika pengorbanan yang tulus mereka lakukan justru malah dianggap ancaman bagi bangsa sebagai pembawa virus baru. Belum lagi nanti ketika mereka tiba dikampung halamannnya masing – masing justru akan mendapatkan stigma dan tindakan diskriminasi dari warga.

Singkatnya bapak presiden “Tolong hormatilah para PMI ini sebagai Pahlawan Devisa” jangan lagi mereka dibiarkan hanya menjadi “Tumbal Devisa Negara”, tolong juga gerakan jajaran yang bapak pimpin untuk memperlakukan para Pahlawan Devisa dengan manusiawi dan jika ingin mengkarantina mereka maka berikanlah tempat yang layak seperti perlakuan bapak terhadap para Mahasiswa dari Wuhan itu beberapa waktu yang lalu.

Hormat Saya
Dto
Nicho Silalahi
Sekjend Serikat Pekerja Migran Indonesia

 14,884 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *