Pasar Salatiga Terapkan Sosial Distancing di Jalan Raya

Salatiga, kabarmetro.id – Pemerintah Kota Salatiga menerapkan kebijakan menyulap jalan raya menjadi pasar untuk para pedagang pada masa pandemi corona. Keputusan ini dipilih karena jika berada di jalan, pedagang bisa diatur agar nggak saling berdekatan dengan jarak minimal 1,5 meter guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Idenya spontan waktu itu. Saya jalan tinjau pasar pagi hari Jumat (24/4) kemarin, kok ramai pedagang saling berimpitan dan pembeli pun sangat dekat,” kata Wali Kota Salatiga M Yulianto saat mengunjungi Pasar Pagi yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, pada Rabu (29/4/2020).

BACA JUGA:  GPP Memperingati 75 Tahun Kelahiran Pancasila dan HUT ke - 1 GPP

Meski awalnya diskusi dengan pedagang berjalan alot, akhirnya kebijakan tersebut terlaksana juga. Yulianto memerintahkan Kepala Dinas Pasar dan Perdagangan untuk mengatur dan melakukan pendekatan ke pedagang. Setidaknya terdapat 890 lapak yang diatur dengan menggunakan sistem kelompok.

Antar pedagang diberi jarak minimal 1,5 meter. (Medcom)<br>
Per kelompok terdiri atas 50 pedagang dan dikoordinasi oleh satu ketua paguyuban yang bertanggungjawab menertibkan serta mendisiplinkan pedagang. Para pedagang juga diminta untuk mengikuti protokol yang telah diterapkan seperti memakai masker, mencuci tangan, physical distancing, dan social distancing.

“Tugasnya membagi lapak, mengingatkan bilamana ada pedagang yang tidak disiplin,” terang wali kota yang dulunya pengusaha konstruksi tersebut.

Meski begitu, beberapa pedagang masih merasa lapak yang ditempatinya kurang strategis karena jauh dari pembeli dan area parkir pengunjung. Keluhan lain juga datang dari pedagang yang merasa lapaknya nggak terlihat dan sulit dicari para pelanggan.

BACA JUGA:  Menperin: Industri Makanan dan Minuman Sektor Potensial untuk Terus Dipacu

“Ada yang minta maksa pindah atau tukar tempat karena nggak terlihat oleh pembeli langganannya,” ujar Yulianto.K

Kebijakan yang diterapkan oleh Pemkot Salatiga ini pun viral di media sosial. Bahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para pejabat daerah meniru pemindahan pasar ke badan jalan dengan konsep physical distancing dan social distancing itu. Selain bisa membantu para pedagang  mencari nafkah, langkah ini juga dianggap tepat untuk mencegah penyebaran virus.

BACA JUGA:  Amburadul Dalam Penyaluran BPNT Bupati Ciamis Buka Evaluasi Rapat

“Sebenarnya sudah lama saya usul penataan pasar kepada bupati dan wali kota. Idenya saya lihat di Myanmar, lalu saya share ke mereka para bupati wali kota, bisa tidak dilakukan, hari ini saya tag di Instagram saya karena memang sangat menginspirasi,” tutur Ganjar.

Kalau kondisi pasar di daerahmu gimana nih, Millens? Apakah masih ramai dan berdesak-desakan seperti biasa? [] Red.

Di lansir dari : inibaru.id

 6,436 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *