29.6 C
Jakarta
Sabtu, April 10, 2021

Korea Benar-Benar Terjebak di Masa Lalu

- Advertisement -
- Advertisement -

Jakarta, kabametro.id – Mana yang salah dengan konservatisme Korea Selatan? , partai Demokrat sayap kiri Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memenangkan kemenangan besar dalam pemilihan 15 April, memenangkan 180 kursi di Majelis Nasional 300 kursi, dengan perolehan 60 kursi. Tujuan pra-pemilihan mereka adalah 147 kursi. United Future Party, atau UFP, yang memiliki 92 kursi sebelum pemilihan, memperoleh 103 kursi yang lebih sederhana.

Margin itu memberi Demokrat, dengan mayoritas absolut, kemampuan untuk menembus tagihan di parlemen baru. dan dengan Moon di Gedung Biru kepresidenan sampai pertengahan 2020, itu berarti kaum konservatif telah kehilangan kendali, karena Majelis unikameral tidak memiliki majelis tinggi untuk menyediakan pemeriksaan dan keseimbangan.

Kepala UFP, Hwang Kyo-ahn, 63, mengundurkan diri setelah bencana. kepemimpinan partai meledak dan hanya satu dari tujuh anggota dewan tertinggi UFP yang memenangkan kursi.

Itu adalah kekalahan pemilihan beruntun keempat partai itu, sejak 2016, ketika presiden konservatif Park Geun-hye menghadapi protes besar-besaran atas korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, yang menyebabkan pemakzulannya dan pemecatan dari jabatannya pada tahun berikutnya, hak tersebut telah kehilangan pijakan dalam pemilihan parlemen ke-20, pemilihan presiden 2017, pemilihan lokal 2018 pemilihan umum dan sekarang pemilihan parlemen ke-21.

Sebelum pandemi, hak memiliki banyak masalah, terutama ekonomi yang lesu. Namun, pemerintah memenangkan pujian besar untuk pertempuran efektif melawan virus corona baru.

Analis mengatakan kaum konservatif adalah musuh terburuk mereka sendiri. pendukung mereka yang paling menonjol adalah pengunjuk rasa lanjut usia yang pandangan para pemimpinnya mendekati kaum fanatik, mereka terpecah secara internal dan mereka gagal menyusun strategi yang efektif.

“Dalam pemilihan ini, orang-orang memilih untuk memilih di masa depan, tidak memilih ke belakang,” Park Won-ho, seorang profesor ilmu politik dan hubungan internasional di Seoul National University, mengatakan kepada Asia Times.

Ekstremis lanjut usia

Dalam banyak hal, kaum konservatif adalah kaum lelaki kemarin. “UFP dipandang sebagai pesta ‘tua’ oleh generasi muda,” Park, sang profesor, mengatakan.

Partai-partai konservatif pasif dalam menurunkan usia pemilih menjadi 18 melalui revisi undang-undang pemilu, disahkan pada Desember 2019.pesan yang konsisten terlihat di media sosial dapat diringkas sebagai: “Saya konservatif, tetapi saya tidak bisa memilih partai konservatif saat ini.”

Orang-orang muda juga dapat ditunda oleh usia lanjut dari banyak konservatif terkemuka di Majelis Nasional. antipati juga muncul karena para sayap kanan paling terkemuka di Korea, banyak dari mereka adalah demonstran lanjut usia. Ratusan ribu pendukung konservatif, terutama lansia, telah mengadakan aksi unjuk rasa tak berujung mengibarkan bendera Korea dan AS sejak kejatuhan Park 2017.[] Red.

- Advertisement -

Latest news

KPK Ibu Kota Dibentuk Anies, Ini Alasannya

Kabarmetro.ud, JAKARTA - Anggota Komite Pencegahan Korupsi (KPK) Ibu Kota DKI Jakarta, Tatak Ujiyati, menjelaskan alasan Gubernur Anies Baswedan membentuk KPK Ibu Kota, meskipun...
- Advertisement -

Kevin De Bruyne Perpanjang Kontrak Hingga 2025 dengan Manchester City

Kabarmetro.id - Kevin De Bruyne memperpanjang kontrak di klub Manchester City selama dua tahun, hingga 2025. Pemain Belgia berusia 29 tahun itu telah membantu City...

Terbaru ! Data Wilayah Terdampak Gempa, Berikut Korban di Kabupaten Lumajang

Kabarmetro.id, LUMAJANG - Gempa Magnitudo melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, satu diantaranya Kabupaten Lumajang, Sabtu (10/4). Meski hanya hitungan detik, gempa bumi berkekuatan 6,7...

Bocah 8 Tahun Yang Tenggelam di Sungai Bondoyudo Masih Belum Ketemu, TRC BPBD Lumajang Terus Siaga Lakukan Pencarian

Kabarmetro.id, LUMAJANG - Sampai hari ini, pasca tenggelam bocah usia 8 tahun di sungai Bondoyudo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, belum diketemukan, petugas dari BPBD Kabupaten...

Related news

Pemerintah Jerman Longgarkan Aturan Pasca Lockdown

Kabarmetro.id, KAISERSLAUTERN JERMAN - Mulai masuknya waktu penghujung musim dingin, pertanda segera bersemi bunga-bunga di sudut kota. Namun seiring bergantinya musim, tidak selaras dengan...

Ikuti Pameran Foodex 2021, Indonesia Raup Transaksi USD12 Juta

Kabarmetro.id, JEPANG - Indonesia turut berpartisipasi dalam Pameran International Food and Beverage Exhibitions (Foodex) ke-46 yang digelar pada 9-12 Maret 2021 di Chiba, Jepang. Partisipasi...

Santai Bersama Hawa Dingin di Prancis

Kabarmetro.id, PARIS - Kota Nice adalah sebuah kota di Prancis Selatan yang terletak di tepian Laut Tengah, antara Marseille dan Genoa. Kota ini merupakan...

Israel Buka Kedutaan di Uni Emirat Arab

Kabarmetro.id, ISRAEL - Setelah empat bulan Israel mengumumkan pembukaan kedutaan di Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (24/1), setelah adanya penandatanganan sebuah perjanjian untuk...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan