LSM GARDA P3ER : Polrestro Tangerang Kota Diminta Usut Sewa Ambulance Jenazah Rp 15 Juta

Tangerang, kabarmetro.id – Berita viral belum lama ini, tentang adanya dituduhkan pasien Covid 19 dirawat hingga meninggal disalahsatu Rumah Sakit Swasta di Kota Tangerang, dan viral kwitansi Tangerang Ambulance Service (TAS)

Tertulis dalam kwitansi TAS biaya Rp. 15 Juta untuk item membawa jenazah dari RS. Bhakti Asih, peti jenazah dan tim Covid 19 tujuan makam Tanah 100 Ciledug.

Menindaklanjuti informasi tersebut, kabarmetro mendatangi RS. Bhakti ASih Rabu (15/04) dan diterima oleh Bety bagian humas dan dr. Ferdy bagian pelayanan.

Saat dikonfirmasi dr. Ferdy menjelaskan “benar pasien kita (Almarhumah Trisa Yuliati) kita rawat dengan diagnosa KAD gangguan ginjal agak parah dan kelainan sesak nafas juga batuk mengarah kepada status PDP (Pasien Dalam Pemantauan)”

BACA JUGA:  Pengguna dan Pengedar Sabu-Sabu di Bekuk Tim Opsnal Narkoba Polres Lampung Utara.

Tambahnya “2 hari dirawat pasien pun meninggal, sesuai instruksi Dinas Kesehatan Tangerang supaya hubungi 112 untuk jenazah, namun pihak keluarga berkeinginan lain dan menghubungi ambulance dari luar, dan dimakamkan ke TPU keluarga, kami memberikan APD secara gratis juga petugas dari kita, dan keluarga tidak dikutip biaya sepeserpun oleh rumah sakit” kata dr. Ferdy

Saat ditanya tentang adanya kwitansi Tangerang Ambulance Service (TAC) yang viral, dr.Ferdy membantah kalau RS. Bhakti Asih terima uang dari keluarga pasien “kwitansi bukan dari rumah sakit, kita tidak paham yang mencantumkan biaya tim Covid 19” ucap dr. Ferdy

BACA JUGA:  8 Tahun Lapdu Tidak Ditindak Lanjuti, Kapolri Diminta Bertanggung Jawab

Namun kabarmetro menelusuri alamat kantor TAS di kampung Pengasinan kelurahan Periuk Jaya Tangerang di RT.03 RW.03 tidak satupun warga mau memberitahu kantor Tangerang Ambulance Service

Seorang petugas kelurahan Periuk Jaya yang tidak bersedia menyebut namanya ditemui kabarmetro (15/04) mengatakan “itu persoalan kan sudah selesai kata pak lurah, jangan dibesar-besarin lagi pak udah nggak ada masalah” kata petugas yang tidak mengenakan tanda pengenal

Kabarmetro menghubungi Indra ketua RT.03/RW.03 Rabu (15/04) melalui pesan WhatsApp tentang keberadaan Tangerang Ambulan Service (TAS), namun hing kini ketua RT belum bersedia memberikan penjelasan

Saat diminta tanggapan ketua LSM GARDA P3ER Robinson Simanjuntak dihubungi kabarmetro melalui telepon selular mengatakan “kami telah mengutus tim investigasi untuk menelusuri masalah ini”

BACA JUGA:  Polres Payakumbuh Ringkus Dua Pengedar Uang Palsu

Tambahnya lagi “kami meminta Polrestro Tangerang Kota mengusut kwitansi Tangerang Ambulance Service (TAS) yang sedang viral dan memberatkan keluarga pasien” tegas Robinson

“kalau memang keluarga pasien tidak merasa dirugikan, mengapa harus ada ‘surat pernyataan ikhlas’ ditandatangani diatas materai Rp.6000, apakah pemerintah kota tangerang membenarkan biaya peti jenazah dan biaya ambulance dalam kota sebesar Rp.15 juta?” ucapnya

“Polrestro Tangerang Kota diminta memeriksa kelengkapan izin dan legalitas Tangerang Ambulance Service apakah punya NPWP dan laporan pajak kepada negara?” kata ketua umum LSM GARDA P3ER. [] Notoyudo

 2,275 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *