Oleh : Prof. Dr. KH. Rusmana Kelana Dalam Penggunaan Istilah Lock Down

Kab. Bogor, kabarmetro.id – Penggunaan bahasa asing disaat pademi virus corona Covid – 19, memiliki nilai phykis dimasyarakat awam, sehingga sebahagian masyarakat ada memahami dan ada pula yang tidak.

 

Untuk itu  Prof. Dr. KH. Rusmana Kelana menghimbau kepada pemerintah untuk lebih hati hati dalam penggunaan bahasa asing dalam mengambil suatu kebijakan, seperti kata Lock Down yang menjadi multi tafsir di masyarakat sehingga menimbulkan kepanikan di beberapa masyarakat sementara sebagian lagi masyarakat beranggapan lock down adalah mengunci  diri di dalam rumah, maka perlunya pemerintah atau pemangku kepentingan lainnya untuk berhati hati dalam menggunakan istilah bahasa asin ke masyarakat.

BACA JUGA:  Pimpinan Redaksi Kabar Metro Lolos Pemeriksaan Covid 19

Langkah pemerintah mengambil kebijakan meminta warga masyarakat untuk tidak pulang kampung sampai pandemi Virus Corona berakhir sudah sangalah tepat, namun pada pelaksanaan belum maksimal yang diberitakan dimana masih adanya terminal bus seperti terima tipe A Jatijajar Depok, yang tidak memiliki bilik penyemprotan disfektan, atau idak tersediannya wastafel untuk mencuci tangan.

BACA JUGA:  Bahas Kinerja BNPB Bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI

Pengertian dari penyebaran pun haruslah sama sama kita pahami, penyebaran virus corona atau covid – 19 di lakukan oleh orang orang yang masih berlalu lalang, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, hal inilah yang harus di waspadai, sementara bagi warga yang sudah berdua diri dirumah itu menandakan warga yang sudah paham bahaya virus corona. [] Red

 

9,223 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *