Pelaku Usaha Berharap Himbauan Presiden Penundaan 1 Tahun Pembayaran Kredit Memiliki Payung Hukum

Jakarta, kabarmetro.id – Ketua Umum Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO)  Drs. Hasan Basri  SH.MH meminta kepada Presiden RI untuk menggeluarkan payung hukum terhadap himbauannya kepada dunia perbankan dan leasing untuk menunda tagihan bunga atau cicilan selama 1 tahun kepada debitur.

Ketua Umum APPSINDO

Langkah yang di ambil Presiden sangat diapresiasi oleh dunia usaha mengingat dampak dari virus corona atau wabah covid-19 yang sangat luar biasa efek sistemiknya, APPSINDO berharap kepada  Presiden RI Joko Widodo agar segera menerbitkan payung hukum yang bisa dijadikan dasar sebagai penghentian sementara bunga dan cicilan kredit.

BACA JUGA:  Aipda Purwadi Menjaga Ketahanan Pangan

Lebih lanjut  para debitur berharap adanya penurunan suku bunga pinjaman, yang kedepannya akan berdampak pada  kehidupan masyarakat, terutama pelaku dunia usaha, mulai dari pelaku usaha mikro kecil dan menenggah (UMKM) hingga tukang ojek dan supir taksi, para pedagang di pasar tradisional yang ada di seluruh Indonesia.

Tidak sedikit yang memiliki sangkutanya dengan dunia perbankan seperti halnya, kredit modal usaha, investasi, perumahan dan kendaraan . ” Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberikan kelonggaran relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit dibawah 10 miliar baik kredit perbankan maupun industri keuangan non bank,” ujar Jokowi , Selasa (24/3). jika himbauan presiden tersebut tidak didasari oleh payung hukum maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah hukum dan kegaduhan dimasyarakat.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Humbahas Peduli Pertanian

Wabah virus Corona (Covid-19) telah berpotensi menimbulkan efek buruk yang luar biasa terhadap dunia usaha khususnya pedagang pasar di berbagai pasar tradisional yang ada di Indonesia. Seperti halnya di kawasan pusat perdagangan Tanah Abang, dimana kurang lebih 60.000 pelaku usaha yang ada di kawasan tersebut.

BACA JUGA:  Walikota Banjar Resmikan Desa Mart “Pelita Bogasari Mart”

menggalami kerugian yang luar biasa. Dimana Dalam kondisi usaha normal, satu pedagang beromset kurang lebih 50 juta perhari maka transaksi yang terhenti selama adanya wabah Covid-19 bisa mencapai kurang lebih 3 triliun perhari, hal ini terjadi hanya dikawasan perbelanjaan tanah abang saja belum dikawasan perbelanjaan grosir lainya di Jakarta. Kamis (26/3). [] Red

 9,828 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *