Pikirkan “NASIB” Pekerja Harian yang Terkatung-katung

Presiden Joko Widodo menggelar konferensi pers terkait perkembangan penyebaran Covid-19 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020) siang.

Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah” kata Jokowi.

Menanggapi hal tersebut terkait kerja dirumah, Sri Rahayu Wakil Ketua Komisi IX DPR RI membayangkan “Bagaimana nasib orang-orang yang menggantungkan pendapatannya sebagai pekerja harian?”

BACA JUGA:  Menyikapi Corona di Jawa Barat

Terbayangkan bagaimana situasi dan kondisi keluarga menjadi pekerja harian yang perekonomian keluarganya disokong dari interaksi sosial dam pendapatanya bersifat harian bukan sistem gaji yang dikelola untuk satu bulan. Kata Sri Rahayu.

BACA JUGA:  Di Nyata kan Sembuh, Tiga Pasien Corona di Ijinkan Pulang

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan “pekerja yang menggantungkan nasibnya hari ini bekerja utk hidup hari esok dan jika tidak berangkat bekerja hari ini besuk tidak akan bisa menghidupi keluarganya””. Sambung Yayuk.

Disatu sisi bisa senang bersama keluarga di rumah, tetapi disisi lain mereka pasti berfikir bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga untuk hari esok? Pangkasnya.

BACA JUGA:  Dir Binmas PMJ KBP Badya Wijaya,SH, MH Gelar Silahturahmi Dengan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Itqon

Hal ini harus dipikirkan oleh pemerintah baik di Pusat maupun Daerah,. Jadi, tidak hanya ASN saja yang diperjuangkan, sementara nasib pekerja harian nasibnya tak tentu Ungkapnya. Tutup Yayuk. [] Red

2,219 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *